Penggunaan TIK Sebagai Sarana Komunikasi dengan kelompok sasaran

 


Pendidikan di luar sekolah mempunyai fungsi yang sangat penting bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang tidak memiliki kesempatan untuk dapat mengenyam pendidikan di jalur pendidikan sekolah (pendidikan formal), keberadaan pendidikan di luar sekolah juga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang tidak didapatkan dalam pendidikan formal.Tentu kita sudah tahu bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki penduduk terbanyak di dunia. Luasnya daerah dan terdiri dari berbagai etnis, dan budaya membuat Indonesia memerlukan TIK sebagai sarana mempersatukan keragaman tersebut. Oleh karena itu peran penting TIK adalah untuk mengumpulkan, mengelola, menyimpan, menyelidiki, membuktikan dan menyebarkan informasi penting secara efektif dan efisien agar tumbuh jiwa nasionalisme dalam suatu bangsa.

Pembangunan bangsa, karena melihat semakin meningkatnya penggunaan Teknologi sebagai sarana transaksi jual beli masyarakat. Oleh karena itu pemerintah membuat UU terkait tujuan pemanfaatan TIK yang terdapat pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yaitu dengan tujuan : 

1. Mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai bagian dari masyarakat informasi dunia

2. Mengembangkan perdagangan dan perekonomian nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat

3. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan publik

4. Membuka kesempatan seluas-luasnya kepada setiap orang untuk memajukan pemikiran dan kemampuan di bidang penggunaan dan pemanfaatan Teknologi Informasi seoptimal mungkin dan bertanggung jawab

5. Memberikan rasa aman, keadilan, dan kepastian hukum bagi pengguna dan penyelenggara Teknologi Informasi. penggunaan TIK menjadi salah satu kebijakan Departemen Pendidikan Nasional.Di zaman modern sekarang ini tentu tidak menjadi suatu hambatan bagi kita untuk belajar dan berkarya terlebih lagi adanya pandemi covid 19 oleh karena itu bentuk perubahan tersebut dilakukan dengan cara memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam penyelenggaraan pembelajaran berbasis fully e-learning.

A.Perkembangan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pelatihan.

Pelatihan bukan hanya sekedar mentransfer pengetahuan belaka, namun juga proposes mentransfer pengetahuan, keterampilan dan elemen-elemen penting dalam sebuah keterampilan, untuk itu perlu menyesuaikan suatu pelatihan dengan kebutuhan warga belajar dan kebutuhan pasar.

Di era revolusi industri 4.0 pelatihan yang dilakukan oleh satuan PLS harus mampu mengadopsi TIK, hal ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya baik dari pendidik maupun peserta didik atau warga belajar.

Dalam sebuah program pelatihan TIK memiliki peranan vital dalam perencanaan, pengembangan dan implementasi sehingga membuahkan hasil berupa perubahan yang signifikan pada kecepatan, kualitas, repetitif, kompleksitas, akurasi yang tinggi dan aspek lainnya.Penggunaan TIK dalam program pelatihan sudah ada sejak lama, namun hanya saja pada perkembangannya saat ini melahirkan istilah electronic communication untuk lebih dieksplisitkan.

Contoh penerapan TIK dalam program pelatihan PLS adalah adanya pelatihan-pelatihan berbasis online dalam program kartu prakerja yang saat ini digalakkan oleh pemerintah dan dapat kita jumpai juga begitu banyak pelatihan-pelatihan menulis, memasak yang berbasis online yang diselenggarakan oleh lembaga maupun perseorangan 

 

B.Perkembangan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pemberdayaan masyarakat.

Pemberdayaan merupakan suatu usaha yang dilakukan untuk membangun suatu masyarakat melalui pengoptimalan potensi dari masyarakat tersebut.Dalam mengembangkan suatu potensi masyarakat diperlukan strategi dan metodologi yang tepat agar karya yang dihasilkan oleh masyarakat dapat berdaya, salah satu caranya dengan pemanfaatan TIK.Program-program pemberdayaan akan lebih efisisen apabila prosesnya dilaksanakan dengan fleksibel.TIK mampu memperluas sasaran pemberdayaan, mempercepat transfer knowledge, memberikan banyak alternatif pemecahan masalah dan lain sebagainya Dalam hal ini TIK sejatinya telah hadir dalam pemberdayaan masyarakat sejak dahulu, hanya saja seiring perkembangan pesat dari TIK itu sendiri banyak istilah-istilah baru bermunculan.

Contoh penerapan TIK dalam program pemberdayaan masyarakat adalah penggunaan berbagai aplikasi dalam meningkatkan potensi parawisata di daerah tertentu, pemanfaatan TIK dalam memberdayakan masyarakat yang belum terjamah pendidikan formal seperti menggunakan radio.

 

C.Perkembangan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pendidikan kesetaraan.

 

Program kesetaraan yang terdiri dari paket A, paket B dan paket C tak bisa menampikkan pentingnya pemanfaatan TIK dalam proses pembelajarannya.

Hal ini bisa dilihat dengan penggunaan TIK sebagai media pembelajaran baik visual, audio maupun audio-visual, bahkan sejak pandemi melanda banyak lembaga-lembaga penyelenggara program kesetaraan melaksanakan pembelajaran dan diskusi secara online menggunakan platfrom yang mereka sediakan.Untuk menutup tulisan kali ini, penulis ingin membagikan sebuah qoutes kepada para pembaca blog Bedah Tuntas Jurusan Pendidikan Luar Sekolah "kita terkadang terlalu terpana pada yang memanggung" maksudnya jangan sampai silau oleh cahaya orang lain karena suatu saat akan padam juga namun jangan pula meremehkan kedip cahaya orang lain karena sinar yang mengkilau dihasilkan oleh kedip-kedip jutaan cahaya dan yang terpenting "kita adalah cahaya" jadi mulailah jadi penerang untuk kegelapan disekitar.





Sumber terkait:


https://maquamutharik.blogspot.com/2020/10/online-learning-serta-kelebihan-dan.html (Diakses pada tanggal 3 September 2021,Pada jam 13;20)


http://juniatuljannah24.blogspot.com%20%E2%80%BA%20...pemilihan%20dan%20pemanfaatan%20media%20 (Diakses pada tanggal 3 September 2021,Pada jam 14:20)





 

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Usut Tuntas Teknologi Informasi dan Konunikasi (TIK)

PEMAMFAATAN TIK DALAM NON FORMAL EDUCATION

PERAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN DALAM PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH